news feed

Artikel yang sudah kami sediakan untuk dapat anda baca.

Penyakit sistem saraf Manusia

Oleh: Griya Saraf | Diposting: 28 APR 2016 | Dibaca: 2175 kali

Penyakit sistem saraf manusia memang harus diwaspadai. Penyakit sistem saraf manusia adalah penyakit yang menyerang bagian penting dalam tubuh manusia. Manusia merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Terdiri dari ratusan sistem saraf yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Sistem saraf berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan anggota tubuh manusia. Anggota tubuh manusia membutuhkan semacam sistem komando untuk berlaku sesuai fungsinya. Nah, sistem saraf inilah yang memegang komando atas itu semua.

 

Sistem saraf dalam tubuh manusia yang memiliki peranan penting, pada kenyataannya juga tidak lepas dari ancaman penyakit. Penyakit berakibat fatal bagi tubuh manusia. Gambaran sederhananya, penyakit yang menyerang sistem saraf tersebut akan mengacaukan semua sistem komando dalam tubuh manusia. Bisa dibayangkan, betapa kacaunya sesuatu bila tidak dikomandoi.

Sekilas Mengenal Sistem Saraf Manusia 

Sistem saraf adalah sistem organ pada tubuh manusia yang terdiri dari banyak jaringan sel khusus. Istilah kedokteran menyebutnya sebagai sel neuron. Sel neuron inilah yang mengirimkan sinyal-sinyal ke seluruh tubuh. Berdasarkan fungsinya, sel neuron dibagi menjadi empat.

  • Sel sensoris yang berfungsi untuk mengantarkan rangsangan dari luar menuju saraf pusat manusia, yaitu otak. Misalnya, ketika permukaan kulit kita mengalami luka, maka sel neuron sensoris mengantarkan rasa sakit tersebut ke saraf pusat. Saraf pusat tersebut kemudian “memerintah” mata untuk mengeluarkan air mata, mulut untuk mengatakan “aduh!”, serta tangan untuk memegang atau mengobati luka tersebut.
  • Sel motoris. Sel ini biasanya berhubungan dengan gerakan refleks dari anggota badan kita. Misalnya saja, ketika kita melihat sesuatu benda jatuh yang nantinya akan mengenai tubuh kita, secara refleks, sel motoris mengirimkan sinyal pada saraf utama untuk “memerintahkan” kita untuk menghindar.
  • Sel penghubung. Sel penghubung terletak di sumsum tulang belakang manusia yang berfungsi menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain.
  • Neuron ajustor. Sel ini menghubungkan antara neuron sensoris dan motoris. Terletak di sumsum tulang belakang dan otak manusia.

Penyakit Sistem Saraf pada Manusia

Terganggunya sistem saraf pada tubuh manusia, berakibat fatal bagi kesehatan. Jika sudah begitu, manusia tidak akan bisa menjalankan rutinitas kehidupannya secara normal. Biasanya, gejala awal suatu penyakit saraf menyerang saraf manusia ditandai dengan sakit kepala dalam skala yang sering.

Dalam istilah kedokteran, penyakit iniakan ditangani oleh dokter yang memiliki keahlian dalam bidang neurolog. Ilmu yang mempelajari tentang sistem saraf manusia disebut juga neurologi. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang sistem saraf pada manusia.

1. Migrain 

Penyakit ini mengakibatkan penderitanya merasakan sakit di sebagian kepalanya. Bagian sebelah kiri maupun kanan. Penyakit ini cenderung dianggap sepele. Namun bila dibiarkan, penyakit ini dapat merusak sel-sel saraf pada otak menjadi rusak.

Ketika kepala Anda pusing sebelah biasanya akan diikuti dengan hadirnya kilatan-kilatan dan bintik hitam yang mengaburkan pandangan Anda. Hal itu disebabkan membengkaknya sel-sel otak yang haus terhadap oksigen.

2. Sakit Kepala 

Penyakit ini sepertinya merupakan penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh manusia. Penyebabnya, sebagian besar berasal dari tingkat ketegangan pada sistem saraf manusia. Jika sudah begini, kepala akan terasa sangat berat dan biasanya sering diikuti oleh hilangnya keseimbangan tubuh.

3. Vertigo 

Tidak berbeda jauh dengan kedua penyakit sakit kepala, Vertigo juga mengakibatkan penderitanya menjadi pusing kepala, kehilangan keseimbangan, tetapi justru kepala terasa sangat ringan, melayang dan sering mengalami gangguan jika berada di ruangan.

Orang yang mengalami penyakit vertigo akan terasa tersiksa sekali. Dia tidak akan mampu melakukan aktivitas sama sekali. Hal ini dikarenakan hhilangnya keseimbangan serta rasa sakit di kepala yang luar biasa.

4. Meningitis

Penyakit sistem saraf ini disebabkan karena terjadinya peradangan pada meninges. Penyakit sistem saraf ini dapat menular, dan ditularkan melalui virus. Virus tersebut yang kemudian menginfeksi selaput saraf pada manusia.

Karena penyakit ini dapat menular maka diharapkan untuk sedikit memberi jarak pada pasien yang telah terkena penyakit ini. Jika ada keluarga yang telah terkena penyakit ini maka hendaknya anda berhati-hati agar tidak tertular oleh virus yang menyebabkan penyakit ini.

5. Multiple Sclerosis

Penyakit saraf ini tergolong penyakit sistem saraf kronis. Mengakibatkan rasa sakit yang mendera saraf hingga dapat berakibat kelumpuhan. Kelumpuhan yang diberikan kepada penderita tentunya akan mengakibatkannya tidak bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.

6. Nyeri Saraf

Penyakit saraf ini akan mengakibatkan sebagian anggota tubuh manusia menjadi mati rasa atau kebas. Jika ada anggota tubuh yang menderita penyakit ini, walaupun terkena api atau panas pasti tidak mampu merasakannya. Akibatnya adalah tidak adanya reflek dari tubuh untuk menghindarinya yang mengakibatkan rusaknya organ tubuh tersebut.

7. Hidrocephalus

Penderita penyakit saraf ini akan mengalami perubahan pada ukuran kepalanya, disebabkan oleh kelebihan cairan otak. Biasanya kepala penderita akan nampak membesar sehingga akan nampak seperti kepala makhluk luar angkasa dikarenakan banyaknya cairan yang ada di otak.

8. Parkinson

Gangguan pada sistem saraf yang satu ini mengakibatkan tidak terkontrolnya sistem pergerakan pada tubuh manusia. Jika terserang, kaki dan tangan biasanya akan bergetar hebat tanpa kontrol.

9. Gegar Otak dan Amnesia

Kedua gangguan saraf tersebut mengakibatkan penderitanya kehilangan beberapa memori dalam otaknya. Penyebabnya bisa dikarenakan benturan hebat saat kecelakaan.

10. Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit sistem saraf yang berupa kehilangan kemampuan untuk peduli kepada diri sendiri. Penderita penyakit sistem saraf ini kehilangan kemampuan dalam hal mengingat peristiwa yang baru terjadi. Penerita penyakit sistem saraf ini kemudian menjadi bingung, menjadi pelupa, sering mengulang-ulang pertanyaan yang sama, bahkan tersesat saat berada di tempat yang tak asing baginya atau sering dikunjungi. 

Penyebab penyakit sistem saraf yang satu ini belum diketahui dengan pasti. Tapi, ada faktor-faktor pemicu penyakit saraf ini, yaitu riwayat pernah mengalami luka di kepala dan faktor keturunan. 

Neurologi

Neurologi merupakan cabang dari ilmu kedokteran yang menangani penyakit sistem saraf atau kelainan pada sistem saraf. Sementara itu, neurolog adalah sebutan untuk doketer yang membidangi masalah neurologi. Dokter ini mempunyai kemampuan untuk menganalisa, merawat, dan mengatur pasien yang mengidap penyakit sistem saraf. 

Sebagian besar para neurolog dididik dan dilatih untuk menangani pasien dewasa, sedangkan untuk anak-anak ditangani oleh neurolog pediatrik (cabang dari pediatri atau ilmu kesehatan anak). Di Indonesia sendiri, dokter dengan spesialisasi neurologi bergelar Sp.S. (Spesialis Saraf). 

Para neurolog ini membidangi masalah penyakit sistem saraf atau kelainan pada sistem saraf. Misalmnya pada sistem saraf pusat (otak, batang otak, dan otak kecil), sistem saraf tepi (saraf otak), dan sistem saraf otonom. Para neurolog pun mampu menganalisa dan memeriksa kasus-kasus penyakit sistem saraf pada sistem otot serta tulang (muskuloskeletal). 

Penyakit saraf yang termasuk dalam kondisi mayor adalah sebagai berikut. 

  • Sakit kepala seperti migrain.
  • Epilepsi.
  • Kelainan saraf yang degeneratif, seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, ataksia.
  • Penyakit sistem peredaran darah di otak atau serebrovaskular, seperti stroke
  • Kesulitan tidur
  • Palsi otak kecil.
  • Infeksi otak seperti ensefalitis, meningitis, mielitis pada sum-sum tulang belakang.
  • Kanker atau tumor di otak dan selaputnya, sistem saraf.
  • Kelainan pergerakan, seperti tremor pada penyakit Parkinson, khorea.
  • Penyakit demielinasi pada sistem saraf pusat, seperti sklerosis ganda, dan pada sistem saraf tepi, seperti sindrom Guillain-Barré.
  • Kelainan pada sum-sum tulang belakang.
  • Kelainan sistem saraf tepi.
  • Cedera traumatik.
  • Status mental, seperti koma.
  • Kesulitan berbicara dan berbahasa.

 

Pemeriksaan Penyakit Sistem Saraf

Selama berlansungnya pemeriksaan terhadap penyakit ini, neurolog akan memriksa riwayat kesehatan pasien dengan perhatian khusus pada kondisi yang sekarang. Pasien ini akan menjalani beberapa pemeriksaan medis, misalnya pemeriksaan penglihatan, kekuatan, koordinasi, refleks, dan rangsangan. Hasil pemeriksaan ini sangat membantu neurolog untuk menentukan penyakit ini berhubungan pada sistem saraf. Pemeriksaan berikutnya dilaksanakan untuk menganalisa penyakit sistem saraf yang diderita pasien.

Sumber : http://www.anneahira.com/

tentang penulis

Penulis

Tentang Penulis

Nama
Griya Saraf
Jenis Kelamin
Laki-Laki
Tempat/Tgl. Lahir
Karawang/27-09-1992
Biografi
Mengobati saraf kejepit, vertigo, dll

bagikan artikel

komentar anda

Komentar dimatikan